(0)

Perumnas Siap Bangun Rumah Bersubsidi 2.400 Unit Di BogorBisnis.com, BOGOR- Perum Perumnas berencana membangun perumahan bersubsidi sebanyak 2.400 unit di Kabupaten Bogor. General Manager Perum Perumnas Jabodetabek Dede Maslahat mengatakan lokasi pembangunan menyasar kawasan Leuwi Liang karena dianggap harga tanahnya masih murah.
"Rencana akan dibangun pada triwulan keempat tahun ini," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Minggu (17/7/2016).

Dia mengatakan saat ini pihaknya sedang tahap proses pembebasan lahan. Untuk sementara penggarapan lahan baru 20 hektar.

Menurutnya, lokasi di Leuwi Liang untuk dibangun hunian dinilai cukup propspektif. Nantinya akan dibangun perumahan bersubsidi tipe 36 dengan luasan 72 meterpersegi.

""Potensi satu hektarnya mencapai 60 unit rumah. Jadi jika selesai pembebasan lahan bisa mencapai 2.400 unit," paparnya.

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 11 Desember 2018
Saat Menteri PUPR Ngobrol soal KPR bareng Milenial
Jakarta - Pemerintah, pengembang, dan para generasi milenial berkumpul bersama membahas kredit perumahan rakyat (KPR) pada acara talkshow Spirit of KPR BTN - Growing with Millenials. Acara ini digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.Talkshow yang diadakan untuk menyambut HUT KPR BTN ke 42 ini akan membahas dan mendiskusikan tentangBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 11 Desember 2018
HUT KPR KE-42 Momentum BTN Ajak Millenial Mengambil Peran
Jakarta,10 Desember 2018. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 42 yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2018. Pada tahun ini, Bank BTN telah sukses menggelar sejumlah event untuk merayakan hari yang menjadi tonggak bersejarah bagi Bank BTN tersebut diantaranya, pameran properti, bersepeda bersamaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 26 November 2018
Suku Bunga Naik, Pengembang Siapkan Subsidi
Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan menjadi 6% oleh Bank Indonesia dinilai akan menghambat daya beli masyarakat. Namun sejumlah pengembang properti telah menyiapkan strategi untuk mengatasi hal tersebut.Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati Group (SPS Group) Asmat Amin mengatakan kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia akan memberatkan bisnis properti,Baca Selengkapnya