(0)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan rumah subsidi atau rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 20/PRT/M/2015.

Aturan ini merupakan perubahan atas Permen PUPR Nomor 20/PRT/M/2014 tentang FLPP dalam rangka perolehan rumah melalui kredit atau pembiayaan pemilikan rumah sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

FLPP sendiri sudah digulirkan sejak 2010 melalui Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera).

Pada tahun ke-6 berjalannya FLPP ini, pemerintah mengklaim adanya manfaat yang diperoleh masyarakat terkait perumahan.

"Sudah dua juta orang yang kesejahteraannya naik lewat FLPP dengan akumulasi total Rp 34 triliun," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus saat Seminar Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat bertajuk "Solusi dan Langkah Nyata Pelaksanaan UU Tapera Dalam Menyukseskan Program Nawacita" di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Ia menuturkan, setidaknya ada 500.000 unit rumah yang sudah dibiayai pemerintah melalui FLPP tersebut.

Pembiayaan perumahan oleh pemerintah mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum tahun 2000, anggaran perumahan bahkan hanya 0,5 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meski mengalami peningkatan, saat ini, anggaranperumahan hanya 1 persen dari total APBN.

"Ini jauh dari cukup untuk membiayai perumahan. Oleh karena itu, kita butuh sumber lain salah satunya Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat)," tutur Maurin.

Ia menambahkan, regulasi pemerintah sudah lengkap mulai dari UU Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, dan UU Tapera yang baru disahkan Februari silam.

Maurin berharap Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan dari UU Tapera bisa segera terbit.
Sumber : properti.kompas.com

Baca Artikel Terkait
Berita Terkini | 11 Desember 2018
Saat Menteri PUPR Ngobrol soal KPR bareng Milenial
Jakarta - Pemerintah, pengembang, dan para generasi milenial berkumpul bersama membahas kredit perumahan rakyat (KPR) pada acara talkshow Spirit of KPR BTN - Growing with Millenials. Acara ini digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.Talkshow yang diadakan untuk menyambut HUT KPR BTN ke 42 ini akan membahas dan mendiskusikan tentangBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 11 Desember 2018
HUT KPR KE-42 Momentum BTN Ajak Millenial Mengambil Peran
Jakarta,10 Desember 2018. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 42 yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2018. Pada tahun ini, Bank BTN telah sukses menggelar sejumlah event untuk merayakan hari yang menjadi tonggak bersejarah bagi Bank BTN tersebut diantaranya, pameran properti, bersepeda bersamaBaca Selengkapnya
Berita Terkini | 26 November 2018
Suku Bunga Naik, Pengembang Siapkan Subsidi
Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan menjadi 6% oleh Bank Indonesia dinilai akan menghambat daya beli masyarakat. Namun sejumlah pengembang properti telah menyiapkan strategi untuk mengatasi hal tersebut.Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati Group (SPS Group) Asmat Amin mengatakan kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia akan memberatkan bisnis properti,Baca Selengkapnya